Turns into BTS

FANGIRL ??



Welcome back my secret readers ;) it's been a long time since I dropped smt here. Aku kembali ke sini dengan membawa tekad untuk membiasakan menulis panjang-panjang selain menulis status di facebook atau berkicau di twitter. Aku merasa selama ini aku terlalu banyak membaca sehingga kemampuan menulisku menjadi berkurang. 



Inginnya aku cerita soal kehidupan, bagaimana melewati hari-hari menuju usia seperempat abad. Tapi sepertinya nanti dulu yaa. Sekarang aku sedang dalam mood yang hepi buat cerita tentang musik. Mungkin agak panjang... tapi silahkan menikmati kalau berkenan.

Semasa SD aku mengenal Gun N' Roses dengan lagu populernya Sweet Child O' Mine. Pun aku mengenal nama dan beberapa lagu dari band classic rock seperti Firehouse, Helloween, Scorpion, Chicago, Led Zeppelin, Queen, Nazareth, The Beatles, dan solois lain. Selain itu juga musik negeri sendiri, Padi dan Dewa 19. Semua itu aku dengarkan lewat kaset adik laki-laki mama. Beranjak remaja wawasan musik ku sebatas pop Indo, sampai akhirnya masuk SMA influence musikku berkembang seiring dengan internet di Indonesia.

Aku inget betul tren musik kelas satu SMA waktu itu. Haha mengingatnya bikin ketawa, pasalnya waktu itu suka main friendster dan anak muda seluruh dunia sepertinya sedang demam emo. Tau kan emo ?? Berpakaian serba hitam dan ketat, gaya rambut polem alias poni lempar dan riasan mata hitam. Kurang lebih seperti inilah definisi emo style ↓



Kemudian hari-hariku selama dua tahun diiringi dengan scream dan growl dari tracknya My Chemical Romance, Good Charlotte, Fall Out Boy, Dashboard Confessional, Panic! at the disco, Silverstein, Saosin, Alesana, Escape The Fate dan gak ketinggalan Killing Me Inside. Street team mana suaranya ?? kkkkkk

Tahun berganti, tren musik berganti pula. Akhir masa SMA ku habiskan untuk jadi anak gaul musik. Mulai dari pop punk macam Pee Wee Gaskins yang dorkz abiz sampai musik metal aku incipi. Cari tahu asal usul musik metal dan karakternya tapi tidak dengan bedah liriknya. Aku terlalu malas sungguh. Jadilah hanya menikmati instrumen nya.

Oh karena aku penikmat segala jenis musik, tren metal itu tidak berlangsung lama. Masuk kuliah interest musiknya sudah beda lagi dong. Ada brit pop atau brit rock seperti radiohead, coldplay, arctic monkeys, dkk. Lalu menjalar ke aliran rock n roll garage rock nya The Strokes, The Hives, The Vines, The White Stripes, Yeah Yeah Yeahs, The Libertines, sampai Mando Diao asal Swedia yang bagiku underrated. Gak ketinggalan juga band indie rock dan folks dalam negeri macam Naif, The SIGIT, Gugun Blues Shelter, Sore, Mocca, ERK, Payung Teduh, Float, Barasuara, Morfem, White Shoes, Frau, Sarasvati dan banyak lagi. Well, aku dengerin banyak musik karena pengaruh pacar (waktu itu) yang juga anak band. Gak jarang juga aku hadir di gigs anak indie kekinian.

Ahhh it was nostalgic... a bittersweet memory. Sampai akhirnya tahun 2015 aku mengalami yang namanya putus cinta dari si anak band itu 😅 dan galau sekali karena hubungan yang berlangsung cukup lama. But that's life. Karena hal itulah yang membawa aku untuk menyelami dunia K-pop.


Saat aku begitu rapuh, aku muak sekali dengan musik yang selama ini aku dengar. I hate it when my favorites reminds me of a past relationship. Jadi aku benar-benar butuh penyegaran. Kalau selama ini aku nonton konten YouTube yang random, tiba-tiba aja aku iseng ingin tahu kabar K-Pop karena menurutku sudah gak sesanter dulu waktu masih SMA. Era Super Junior, SNSD, BigBang. Walaupun dulu dengarnya metal, tapi aku tahu mereka dari teman sekelasku, yang dulu bagiku dia punya selera aneh.

Rekomendasi video di YouTube banyak muncul nama BTS Gak salah kan kalau aku mengira itu video behind the scene perform nya idol K-Pop. Tapi setelah dibuka ternyata itu nama boy group hahaha maklum lah sudah lama gak update. Aku klik lah itu MV nya BTS yang berjudul "Boy in Luv". Mmm impresi pertama lumayan lah lagunya enak. Tapi aku belum cinta, gak tahu kalau sore. Lah, kenapa jadi Dilan 🙈 Oke, aku penasaran untuk dengar lagu mereka yang lain. Aku putar MV yang berjudul "DOPE" hmmphh wtf entah mengapa aku langsung terkesima dengan beat lagu juga dance nya. It was so dope really like the title. Heran aja ternyata K-Pop sudah berkembang dengan musik yang lebih modern. Dance yang lebih keceee. Aku gak pernah dengar dan lihat yang seperti itu sebelumnya. Atau memang aku yang gak tahu ??




Setelahnya seharian aku play itu lagu karena ketagihan hahaha. Oke, dari sini sepertinya daya tarik K-Pop mulai bekerja. Kalau kata orang sih K-Pop itu seperti blackhole. Kalau sudah terjerumus akan susah untuk keluar lagi. Jadi, berhari-hari berminggu-minggu tiap malam begadang nonton MV dan dengar lagu-lagu mereka yang ternyata sudah rilis 5 album per 2015. Dan itu gak ada yang gak enak T.T benar-benar cocok di telinga aku, cocok di hati aku. Musik BTS bukan sekedar musik K-Pop pada umumnya. Menurutku, BTS satu-satunya idol group yang berusaha mengusung hip hop dengan autentik. Itu juga yang membuka mataku kalau Korean Hip Hop itu kece. Mereka memakai standar hip hop yang berbeda dari western.

Akhirnya, tanpa ku sadari mungkin aku sudah berada di level fangirl. Selain menyukai karyanya, akupun juga mencari tahu profil member dan karakter mereka lewat fanmade video dan reality show yang mereka bintangi. Mengikuti semua berita dan akun media sosial mereka. Akupun punya member favorit di mana dalam dunia K-Pop itu istilahnya bias (eng) alias condong ke sesuatu atau seseorang. Tapi itu tidak memudarkan dukungan ku untuk semua member. Untuk satu grup.


Aku gak pernah ngefans sampai sebegini nya. Sampai nangis-nangis dengar lagu mereka lalu nangis lagi baca kisah perjalanan karir mereka. Mendukung mereka dengan sepenuh hati baik itu vote untuk acara chart musik atau awards, membeli album fisik, streaming lagu di situs resmi, mendatangi fan gathering event.




(One of my faves live concert)


Entahlah bagiku mereka adalah teman. Mereka adalah penyemangat. Mereka adalah inspirasi. Aku benar-benar menyayangi mereka sepenuh hati sebagai sesama manusia. They are like another brothers for me... Walau gak jarang juga aku menyebut mereka sebagai tunangan, suami dan status konyol lain. Aku tahu itu tidak mungkin terjadi, makanya ku jadikan candaan. Lagipula usia dan mentalku rasanya sudah cukup matang untuk mengatasi ke-halu-an seperti itu haha. Yang jelas kehadiran mereka membantu aku melewati masa-masa suram setelah putus cinta. Mungkin terdengar berlebihan, tapi dia adalah semesta ku (dulu). Makanya aku benar-benar merasa down.

Rasanya akan terlalu banyak kalau membicarakan tentang BTS di sini. Selain itu cukup sulit untuk mendeskripsikan mereka. Cukup sulit juga untuk mengekspresikan perasaan mengagumi idol kalau kalian tidak mengalami sendiri, percayalah. Mungkin lain waktu aku akan buat post tentang BTS world.


~H A V E     A     N I C E    D A Y~

Komentar

Postingan Populer